Political

Aswan Achsa, Pencetak Kader NU Militan di Sulsel

Naluri keberpihakannya pada yang lemah adalah modal sosialnya memberdayakan kader-kadernya. Dengan jiwa sosialnya, AA tak tanggung-tanggung merogoh kocek pribadinya mengontrak rumah untuk menghimpun anak-anak PMII yang potensial di Jalan Rappocini Raya No. 112 adalah bukti sejarah kala itu (1996-1998).

Aswan Achsa (Doc. Istimewa)

Aswan Achsa disingkat AA. Nama ini memang tidak setenar tokoh-tokoh penting. Ketika melihat sosoknya,  sebahagian besar orang mungkin hanya menganggapnya orang biasa. Tapi dibalik penampilannya  yang sangat sederhana, justru menyimpan kekuatan yang mampu menghimpun dan memberdayakan anak-anak muda potensial.

Naluri keberpihakannya pada yang lemah adalah modal sosialnya memberdayakan kader-kadernya. Dengan jiwa sosialnya, AA tak tanggung-tanggung merogoh kocek pribadinya mengontrak rumah untuk menghimpun anak-anak PMII yang potensial di Jalan Rappocini Raya No. 112 adalah bukti sejarah kala itu (1996-1998).

Dari tempat inilah AA merintis kelompok-kelompok diskusi yang beranggotakan anak-anak PMII dari berbagai kampus-kampus besar seperti UNHAS, IAIN dan UMI saat itu. Kelompok-kelompok ini pun berpindah dari satu tempat ke tempat lain jika kontrakan telah usai.

Kelompok kecil ini pun menjadi magnet  bagi aktivis-aktivis  PMII kala itu hingga kemudian lahir sebuah Organisasi Non Pemerintah (ORNOP) atau LSM bernama Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat yang lebih dikenal dengan sebutan LAPAR. Dari Lembaga inilah lahir sejumlah tokoh-toko muda yang mampu memberi warna tersendiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Sebutlah misalnya Safrillah yang sering dipanggil Pepy, saat ini menjabat Kepala Balai Penelitian Keagamaan Sulsel. Isra D. Pramulya, politisi kawakan Gerindra Sulbar yang mengantar Ali Baal sebagai Gubernur Sulbar, Idham Arsyad, Mantan Sekjen Gerakan Pembaruan Agraria sekarang menjadi staf ahli Kementerian Desa dan PDT.

Ada juga Abd. Karim mantan Direktur LAPAR Sulsel dan kolumnis Tribun Timur hingga Syamsurijal Adhan, peneliti Litbang Agama yang tulisannya banyak menjadi refrensi dunia akademik adalah tokoh-tokoh muda yang cukup berpengaruh dan pernah merasakan sentuhan ‘tangan dingin’ AA. Bahkan masih banyak aktifis yang lahir dari sentuhan AA yang saat ini telah bertebaran di seluruh penjuru tanah air.

Itulah Aswan Achsa, aktifis NU yang banyak melahirkan kader-kader militan NU. Selamat buat sahabat AA. Insya Allah jerih payah dan pengorbanannya bagi kader-kader NU menjadi amal jariah baginya.

Penulis: Dr. Wahidin Ar Raffany
(Pengasuh PP. Al Urwatul Wutsqaa Benteng Sidrap)

Most Popular

To Top