Geopolitik

BNPT Beberkan “Wajah” Baru Terorisme

Jalul9.news- Minahasa- Aksi terorisme adalah kejahatan luar biasa yang mendapatkan kecaman oleh semua negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pemerintah membentuk lembaga khusus menangani tindak pidana terorisme dan merumuskan kebijakan dalam melakukan pencegahan dini.

Olehnya itu, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah dalam terus bekerja keras menghalau gerakan kelompok radikal-teroris, mengingat gerakan ini tampak makin massif dan terus bertansformasi.

“Bahkan ada kelompok terorisme versi lama dan versi baru. Perbedaannya ada pada dinamika propaganda dan rekrutmen,”  Roedy Widodo, Kepala Sub Direktorat Pemulihan Korban BNPT  dalam Kegiatan Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi Melalui FKPT Sulut, Kamis, 8 Agustus 2019.  

Roedy Widodo menjelaskan, terorisme versi lama memanfaatkan ikatan kekeluargaan, pertemanan, lembaga keagamaan serta melakukan rekrutmen secara tertutup dan sekaligus pembaiatan langsung. Sementara versi baru, memanfaatkan website, media sosial, dan sosial messenger. Mereka melakukan perekrutan terbuka dan pembaiatan via media sosial.

“Artinya wajah baru terorisme lebih berbahaya, karena mereka tidak lagi tertutup melainkan terbuka dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian potensi keterpaparan masyarakat cukup tinggi, apa lagi mereka yang aktif di media sosial atau dunia maya,” jelas Roedy Widodo.

Roedy mengatakan, kelompok teroris menggunakan dunia maya karena selain muda diakses dan  sulit dikontrol, juga audiennya sangat luas.

Hal yang sama disampaikan oleh Bupati Minahasa Ir. Ir. Roike Roring yang diwakili oleh Kasat. Pol PP Meidy Rengkuan bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan informasi internet adalah media yang efektif dan digunakan kelompok teroris dalam menjalankan aksi dan perekrutan anggota.

“Sebagaian besar masyarakat Indonesia banyak berselancar di media sosial” jelas Bupati Minahasa dalam sambutannya.

Most Popular

To Top