Religion

Di Sulsel, BNPT Libatkan Guru Agama Cegah Paham Radikal-Teroris

Prof. Dr. Arfin Hamid

Jalur9.News,Gowa- Guna mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme agama, Badan Nasional Penaggunlagan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan dialog dengan tema Harmoni dari sekolah, menumbuhkan integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan haromoni kebangsaan.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 orang guru-guru agama setingkat Paud, TK, SD, SMP hingga SMA se-kabupaten Gowa dan Makassar itu dilaksanakan di Padivalley Golf Club Pattalassan Kabupaten Gowa, Rabu, 28 Agustus 2019.

Ketua FKPT Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Arfin Hamid,M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah upaya BNPT dan FKPT membangun sinergitas dengan  masyarakat, khususnya guru-guru agama dalam pencegahan paham radikalisme dan terorisme di Sulawesi Selatan.

“Kerja-kerja menghalau radikalisme dan terorisme di Sulsel ini sudah berjalan selama tujuh tahun. Dan kegiatan ini merupakan kegiatan ketiga dari lima kegiatan yang telah direncanakan,” jelas Guru Besar di bidang Hukum Islam ini.

Sementara Direktur Pencegahan BNPT Ir. Hamli, M.E dalam sambutan yang dibacakan oleh Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT Kol. Czi. Rahmad Suhendre menyampaikan bahwa  Kelompok pelaku terorisme tinggal dan berbaur di tengah-tengah masyarakat. Makanya itu, ia pun menghimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dini terhadap gerakan radikal-teroris.

“Kita semua harus meningkatkan kewaspadaan dini agar pahamnya tidak sampai memapar masyarakat yang lain,” katanya dalam sambutan tertulisnya tersebut.  

Tak hanya itu, masih dalam sambutan tertulisnya, Ir. Hamli menyampaikan bahwasnya dibutuhkan sinergitas pemerintah dan masyarakat, khususnya Guru dan Kepala Sekolah dalam hal pengcegahan paham radikal-teroris tersebut.

“Kita guru dapat mendidik peserta didiknya agar tidak terpapar paham radikalisme dan terorisme,” ucap Rahmad saat membacakan sambutan tertulis tersebut.

Sementara itu, Kapolda Sul-Sel Irjen. Pol. Drs. Hamidin yang juga menjadi narasumber utama kegiatan ini menyampaikan pola penyebaran paham radikalisme dan terorisme di tengah masayarakat.

Ia mengatakan, penyebaran paham radikal dan teroris tidak bias dilepaskan dari faktor pertalian darah, ketokohan seseorang, dendam terhadap pemerintah, serta sosial media sebagai ajang penyebaran paham dan sekaligus perekrutan.

Most Popular

To Top