Uncategorized

GP Ansor Polman Buka Sekolah Jurnalistik

POLMAN – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Polman mengadakan sekolah jurnalistik bagi kader-kader GP Ansor Polman. Kegiatan itu rencananya dilaksanakan setiap akhir pekan.

Ketua GP Ansor Polman Busyra Latif mengatakan kegiatan itu diharapkan bisa berkontribusi untuk mempublikasikan budaya dan tradisi Aswaja di Polman.

“Serta segala kearifan lokal yang selama ini banyak di kampung-kampung. Misalkan di setiap daerah tentunya memiliki budaya dan tradisi keagamaan yang berbeda, nah kita berharap, tradisi keagamaan yang berkembang di masyarakat bisa dipublikasikan oleh kader-kader Ansor melalui tulisan, yang sudah mengikuti sekolah jurnalis ini,” tuturnya. Sabtu (13/7/2019).

Selain hal itu, kata Busyra, sekolah jurnalistik ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas kader khususnya bagaimana menjadi seorang jurnalis.

“Jadi jika selama ini kami melakukan peningkatan kualitas melalui kegiatan kaderisasi, kita juga bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dengan cara peningkatan kualitas SDM melalui sekolah jurnalistik,” bebernya.

Busyra menambahkan, kegiatan ini terbuka bagi setiap kader Ansor Polman yang tersebar di seluruh anak cabang. Saat ini kegiatan tersebut masih pada tahap pembukaan pembentukan kontrak belajar dan perkenalan materi secara umum.

“Jika masing-masing kecamatan ada perwakilan, jumlahnya sendiri tidak dibatasi terserah setiap kecamatan mendelegasikan berapa peserta,” ungkapnya.

“Untuk materi sendiri fokus kepada materi Jurnalistik, pendampingan dan aswaja, sedangkan yang akan menjadi narasumber adalah orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing,” tutupnya.

Syariat Tajudding yang didaulat sebagai Narasumber mengatakan, Menurut saya ini menjadi media yang baik kepada Ansor Polewali Mandar,dan ini membuktikan bahwa ada upaya lain dan wadah yang lain sebagai wadah yang baik bagi tumbuh berkembangnya generasi penulis di Polman ini, sehingga ke depan menjadi bagian cara kita untuk menolak banyak berita hoax,dan ini langkah nyata.

Syariat menambahkan cara kita menolak hoax itu dengan melahirkan penulis-penulis termasuk wartawan yang memiliki mandat untuk menjadi penulis yang baik tidak hanya sekedar mampu menulis yang baik,tapi juga menjadi penulis yang bisa mengawal peradaban kita,sehingga peradaban kita menjadi sungguh-sungguh beradap saya pikir ansor sudah melakukan itu.

“Saya menekankan sahabat-sahabat sungguh-sungguh menjadi penulis yang akan sadar betul manzhab Ahlusunna Wal Jamaah itu tetap menjadi Prime berfikirnya dalam melakukan aktifitas penulisan baik itu penulisan jurnalistik maupun karya-karya kreatif lainnya.” Tambahnya.

Syariat berharap bahwa Mereka sungguh-sungguh bertumbuh tidak hanya menjadi Kiay di pengajian tetapi menjadi Kiay yang bisa menjadi penulis-penulis yang baik, saya kira ditangan merekalah ini kita berharap banyak untuk menangkis berita-berita hoax dan banyaknya menmontase kejadian-kejadian aib warga masyarakat ke atas permukaan, saya berharap para sahabat bisa ikut membuat berita-berita positif dan itu bisa mengilhami dan menginspirasi pembaca-pembaca kita nantinya.

Penulis: Alam

Most Popular

To Top